Jumat, 18 Januari 2013

MAKALAH KERANGKA TEORI ATAU LANDASAN TEORI

MAKALAH KERANGKA TEORI ATAU LANDASAN TEORI

BAB     I
P E N D A H U L U A N

A.   Latar Belakang

Dalam usaha meningkatkan suasana Akademik dikampus serta dalam upaya memadu penyajian pengalaman belajar yang menumbuhkan sikap, kemampuan, dan keterampilah meneliti pada mahasiswa, Metodologi Penelitian merupakan hal yang esensial.
Setiap mata kuliah diharapkan mampu menumbulkan kegairahan meneliti dan dapat memberikn pengalamn belajar yang menumbuhkan sikap, kemampuan, da keterampilan meneliti pada Mahasiswa. Untuk itu, penguasan tenaga pengajar terhadap Metodologi Penelitian merupakan hal yang sangan penting untuk diperhtikan dan dipelari, dengan penguasaan Metodologi Penelitian yang mantap, diharapkan para tenaga pengajar dapat menyertakan metode-metode penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dalam bidang yang sedang diajarkan.
Dalam membantu kita memahami tentang Metodologi Penelitian, didalam makalah ini disajikan bagian dari materi Metodologi Penelitian tersebut, yakni tentang landasan teori atau kerangka teori.

B.   Masalah
Adapun permsalah yang akan dibahas dalam makalah kami ini adalah tentang pengertian kerangka teori.
Apa yang dimaksud dengan kerangka teori tersebut?
C.  Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah kami ini adalah, membantu member pemahaman terhadap kita tentang kerangka teori atau landasan teori, yang merupakan bagian dari Materi Metode Penelitian, disamping itu, bertujuan untuk memenuhi tugas terstruktur untuk mata kuliah Metodologi Penelitian yang diajukan sebagai syarat terstruktur pada semester V (lima)
BAB    II
P E M B A H A S A N
A.   Pengertian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk melaksanakan penelitian (Sumadi Suryabrata, 1990).
Landasan teori ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error). Adanya landasan teoritis ini merupkan cirri bahwa penelitian itu merupkan cara ilmiah untuk mendapatkan data.
Mark 1963, dalam (Sitirahayu Haditono, 1999), membedakan adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain :
1.    Teori yang deduktif : Memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu  kearah data yang akan diterangkan
2.    Teori yang induktif : adalah cara menerangkan dari data kea rah teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistic ini dijimpai pada kaum behaviorist
3.    Teori yang Fungsional : disini tampak satu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data1
Berdasarkan tiga pandangan ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut:
1.    Teori menunjuk pada sekelompok hokum yang tersusun secara logis. Hokum-hkum ini biasanya sifat hubungan yang deduktif. Suatu hkum menunjukan hubungan antara Variabel-Variabel empiris yang bersifat ejeg dan dapat diramal sebelumnya
2.    Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suat kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Disini orang mulai dari data yang diperoleh dan itu dating suatu konsep yang teoritis (induktif)
3.    Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yan menggeneralisasi.  Di sini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis.
Berdasarkan data tersebut diatas secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa, suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum. Konseptualisasi atau system pengertian ini dapat diperoleh melalui jalan yang sistematis, suatu teori dapat diuji kebenarannya, bila tidak maka dia bukan teori2
Kerangka teori sering kali diartikan senada dengan kerangka pikir, Apa yang dimaksud dengan kerangka pikir ?  sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh mahasiswa saat membuat skripsi.  Kerangka pikir adalah proses yang  sangat penting dalam menyusun suatu penelitian, karena dalam proses ini pembaca dapat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh peneliti, dan bagaimana urutan penelitian  itu dilakukan.
Kerangka pikir penelitian merupakan urut-urutan logis dari pemikiran peneliti untuk memecahkan suatu masalah penelitian, yang dituangkan dalam bentuk bagan dengan penjelasannya.  Beberapa ahli memberi definisi sebagai berikut:
Menurut Muhamad (2009:75) Kerangka pikir adalah gambaran mengenai hubungan antar variabel dalam suatu penelitian, yang diuraikan oleh jalan pikiran menurut kerangka logis.   Menurut Riduwan (2004:25) Kerangka berfikir adalah dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-fakta, observasi dan telaah penelitian.  Kerangka pikir memuat teori, dalil atau konsep-konsep yang akan dijadikan dasar dalam penelitian.   Uiraian dalam kerangka pikir ini menjelaskan antar variabel.
Selanjutnya menurut Sekaran  (1992:72) kerangka berpikir yang baik adalah memenuhi syarat sebagai berikut :
1.    Variabel penelitian diidentifikasikan secara jelas dan diberi nama
2.    Uraiannya menyatakan bagaimana dua atau lebih variabel berhubungan satu dengan lainnya
3.    Jika sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan penemuan dari penelitian sebelumnya, hal ini seharusnya menjadi dasar dalam  uraian kerangka berfikir apakah hubungan itu positif atau negatif
4.    Dinyatakan secara jelas mengapa peneliti berharap bahwa  hubungan antara variabel itu ada.
5.    Digambarkan dalam bentuk diagram skematis, sehingga pembaca dapat jelas melihat hubungan antar variabel
6.    Pada analisis kuantitatif, kerangka pikir ini memuat latar belakang masalah, kemudian masalah yang diteliti, dan dilanjutkan dengan metode serta variabel penelitian.  Terakhir kerangka ini biasanya memuat tujuan penelitian, saran  atau kesimpulan penelitian.     Sebelum ataupun setelah dibuat bagan kerangka pikir penelitian, maka biasanya peneliti  membuat penjelasan runtut dan sistematis terkait dengan bagan yang akan / telah dibuatnya tersebut3
Kerangka teori dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun oleh peneliti sebagai kerangka acuan memecahkan masalah dan untuk merumuskan hipotesis (jika hipotesis dipandang perlu dicantumkan)4
B.   Tingkatan dan Fokus Teori
Teori yang digunakan untuk perumusan hipotesis yang akan diuji melaui pengumpulan data adalah  teori subtantif, karena teori ini lebih focus berlaku untuk objek yang akan diteliti5
C.  Kegunaan Teori Dalam Penelitian
Teori-teiri pendidikan dapat dibagi menjadi teori umum pendidikan dan teori khusus pendidikan. Teori umum pendidikan dapat dibagi menjadi filsafat-filsafat pendidikan dan Ausland pedagogic (studi pendidikan luar negeri)6
D.  Deskripsi Teori
Deskripsi tteori dalam suatu penelitian merupkan uraian sistematis tentng teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil0hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti . berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/ dideskripsikan, akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah Variabel yag diteliti7
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap varibel-veriabel yang diteliti, melalui pendefenisian, sehingga runag lungkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variable yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah8
Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal mupaun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indicator apakah penelitian menguasai teori dan konteks yn diteliti atau tidak9
Langkah-langkah untuk dapat melakukan deskripsi teori adalah sebagai berikut:
1.    Tetapkan nama pariabel yng diteliti, dan jumlah variabelnya
2.    Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia, journal ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variable yang diteliti
3.    Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topic yang relevan dengan setiap vaiabel yang akan diteliti. (untuk referensi yag berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikn)
4.    Cari devenisi setiap variabel yyang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih defenisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan
5.    Baca seluruh isi topic buku yang sesuiai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan dan buatlah rumusan dengan bahsa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca
6.    Deskripsikan teori-teori yan telah dibaca dari berbagai sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumben-sumber bacaan  yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.
E.   Kerangka Berfikir
Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti, jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel indevenden dan dependen11
Seorang peneliti harus mengusai teori-teori ilmieh sebagai dasar bagi orgumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan semantara terhadap gejala-gejala yang menjadi objek permasalahan (Suriasumantri, 1986)
Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghsilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti12

BAB    III
P E N U T U P
A.    Kesimpulan
Dalam melakukan suatu penelitian terhadap fenomena sosial, seorang peneliti tidak dapat bekerja dengan baik tanpa suatu sistematika yang sesuai. Untuk menemukan jawaban yang sesuai serta memuaskan, peneliti harus memahami kaidah dalam meneliti. Tahapan awal dari suatu penelitian adalah menciptakan pertanyaan mengenai suatu fenomena yang dipilih untuk diteliti. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan definisi, fakta dan nilai suatu objek kajian.
Teori yang deduktif : Memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu  kearah data yang akan diterangkan, Teori yang induktif : adalah cara menerangkan dari data kea rah teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistic ini dijimpai pada kaum behaviorist, Teori yang Fungsional : disini tampak satu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
B.     Saran
Pembaca yang terhormat, dengan segenap kelmahan selaku insane yang tak berdaya, kami sadar akan kelemahan kami, tugas yang dihapan pembaca belumlah mencapai kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca guna kami berbuat yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Mahsun,Prof. Dr. M.S. Metode Penelitian Bahasa, terhadap strategi, metode dan tekniknya, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada, 2007
Sugiyono Prof. Dr., metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kulaitatif dan R & D, Bandung : Cv. Alfa Beta, 2009

  http://zempat.blogspot.com/2013/01/MAKALAH-KERANGKA-TEORI ATAU LANDASAN-TEORI.html

0 komentar:

Poskan Komentar