Sabtu, 19 Januari 2013

Makalah Agama │Makkiyah dan Madaniyah

Makalah Agama Makkiyah dan Madaniyah FhawZhand

Oleh : FhawZhand


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Usaha untuk menafsirkan Al-Qur’an secara benar, tidak terlepas dari keharusan untuk mengetahui tentang kapan ayat Al-qur’an itu diturunkan, dimana dan kepada siapa ayat itu ditujukan, serta kondisi apa yang melatar belakangi turunnya ayat itu. Pengetahuan tentang hal itu=akan=dijelaskan=secara=rinci=dalam=ilmu=Makki=Wal=Madani.

Oleh karena itu ilmu Makki wal Madani tidak dapat dipisahkan dari rangkaian ilmu-ilmu dalam disiplin ulumul qur’an. Ilmu ini menjelaskan tentang pengertian Makki dan Madani, cara-cara=mengetahui=Makki=dan=Madani,tanda=tandanya,macam=macamnya,=serta=faedah=mengetahuinya.

Serta umum memang telah diketahui bahwa al-qur’an bahwa ayat-ayat al-qur’an itu terbagi dalam dua kelompok, yakni Makkiyah dan Madaniyah, namun bagaimana kriteria masing-masing kelompok itu, perlu dijelaskan secara rinci dan mendalam, untuk keperluan itu, untuk=itu=akan-diuraikan-hal-hal-yang-berkaitan-dengan-Makki-dan-Madani.

B. Rumusan Masalah 

1.Apa=pengertian=surat=Makki=wal-Madani?
2.Apa-saja-yang-termasuk-ciri-has-ayat-Makkiyah-wal-Madaniyah?
3.Bagaimana-cara-mengetahui-surat-Makkiyah-dan-Madaniyah?
4. Terbagi berapakah ayat-ayat dan surat-surat al-qur’an?
5. Apa kegunaan mempelajari surat Makkiyah wal Madaniyah?

C. Tujuan Penelitian 

1. Untuk mengetahui arti atau difinisi surat Makki wal Madani!
2. Untuk mengetahui ciri-ciri has surat Makkiyah wal Madani!
3. Untuk mengetahui apakah surat itu Makki ataukah Madani!
4. Untuk mengetahui pembagian surat-surat dan ayat dalam al-qur’an!
5. Untuk mengetahui kegunaan mempelajari surat Makki wal Madani!


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
“Dalam kitab Shahih Bukhari diriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia mengatakan : “Kami tahu hari itu dan tempat wahyu tersebut turun kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wahyu tersebut turun sementara Rasulullah sedang berdiri berkhutbah hari Jum’at di padang Arafah”.
Makkiyah ialah ayat-ayat yang turun di Makkah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah dan Hudabiyah, sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di Madinah dan Sekitarnya, seperti Uhud, Quba, dan Sul’a.
Dari perpektif objek pembicaraan, mereka mendifinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut:
“Makkiyah adalah ayat-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang Makkah, sedangkah Madaniyah adalah ayat-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang Madinah”
B. Ciri-ciri Khas Ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah
a. Tanda-tanda surah Makkiyah
Sesuatu surah/ayat adalah Makkiyah, kalau ayat itu mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:
1.      Dimulai dengan nida’يَا أيُّها النَّاس “ ya ayyuhan naasu” dan sejenisnya
Contoh: dalam surat al-Baqarah : 21.
“Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa”.
2.      Di dalamnya terdapat lafadz: “kalla”
“… Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah yang diucapkannya saja…”
3.       Di dalamnya terdapat ayat-ayat sajdah, ada 15 ayat sajdah, (sunnah bersujud tilawah) antara lain : dalam surat al-A’raf : 206
“…..dan mereka bertasbih memujinya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud”
4.      Di dalamnya berisi cerita-cerita terhadap kemusyrikan dan penyembuhan-penyembuhan kepada selain Allah SWT.
فَلَمَّا أَلْقَوْاْ سَحَرُواْ أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ
Artinya : “Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan).” (QS. Al A’raf : 116)
5. Di dalamnya berisi penjelasan dengan bukti-bukti argumentasi dari alam ciptaan Allah Swt. yang dapat menyadarkan orang-orang kafir yang menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniyah.
6. Banyak terdapat lafal sumpah.



b. Madaniyah
a)      Menjelaskan permasalahan ibadah, muamalah, hudud, bangunan rumah tangga, warisan, keutamaan jihad, kehidupan sosial, aturan-aturan pemerintah menangani perdamaian dan peperangan, serta persoalan-persoalan pembentukan hukum syara’.
b)      Di dalamnya berisi hukum-hukum faraidl, seperti dalam surah: al-Baqarah, anNisa’ : 12, al-Maidah.
c)      Berisi izin jihad fisabilillah (berjuang di jalang Allah) dan hukum-hukumnya, seperti talak, seperti dalam surah : al-Baqarah, al-Anfal, at-Taubah : 70 dan alHajj.
d)     Berisi hukum-hukum Munakahat (pernikahan). Baik mengenai nikah, talak seperti dalam surah: al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa’ : 35, Al-Maidah, an-Nur, al-Mumtahanah, at-Thalak dan sebagainya.
e)      Berisi da’wah (seruan) kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta penjelasan-penjelasan akidah mereka yang menyimpang, seperti dalam surah : al-Baqarah : 159 - 160, Ali Imran, al-Fath, al-Hajt, al-Hjarat dan sebagainya.
f)       Berisi ayat-ayat nida’ yang ditujukan kepada penduduk Madinah yang Islam dan Khithab (perintah) : “ya ayyuhal ladzini amanu” yang dalam al-Qur’an ada 219 ayat.
C. Cara-cara Mengetahui Makkiyah dan Madaniyah
Dalam menetapkan ayat-ayat al-Qur’an yang termasuk kategori Makkiyah dan Madaniyah, para sarjana Muslim berpegangan teguh pada dua perangkat pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan Transmisi (Periwayatan)
Dengan perangkat pendekatan transmisi, para sarjana muslim merujuk kepada riwayat-riwayat valid (sah) yang berasal dari para sahabat, yaitu orang-orang yang besar kemungkinan menyaksikan turunnya wahyu, atau para generasi tabi’in yang saling berjumpa dan mendengarkan langsung dari para sahabat tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan proses kewahyuan al-Qur’an, termasuk di dalamnya adalah informasi kronologis al-Qur’an.
Otoritas para sabahat dan para tabiin dalam mengetahui informasi kronologi al-Qur’an dapat dilihat dari pernyataan-pernyataanya. Dalam salah satu riwayat alBukhari, Ibn Mas’ud berkata :
“Demi Dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak ada salah satu pun dari kitab Allah yang turun, kecuali aku tahu untuk siapa dan di mana diturunkan, seandainya aku tahu tempat orang yang lebih paham dariku tentang kitab Allah pasti aku akan menjumpainya.”
2. Pendekatan Analogi (Qiyas)
Ketika melakukan kategorisasi Makkiyah dan Madaniyah, para sarjana muslim penganut pendekatan analogi bertolak dari ciri-ciri spesifik dari kedua klasifikasi itu. Misalnya mereka menetapkan tema kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu sebagai ciri khusus Makkiyyah; Tema faraidl dan ketentuan had sebagai ciri khusus Madaniyyah.



D. Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat Al-Qur’an
Pada umumnya para ulama membagi macam-macam surah al-Qur’an menjadi dua kelompok yaitu : surah-surah Makkiyah dan Madaniyah. Mereka berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah masing-masing kelompoknya.
Sebagian ulama mengatakan, bahwa jumlah surah Makkiyah ada 94 surah, sedangkan surah Madaniyah ada 20 surah. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa jumlah surah Makkiyah ada 84 surah, dan yang Madaniyah 30 surah.
Dr. Abdullah Syahhatah dalam bukunya al-Qur’an wat tafsier mengatakan surah-surah yang disepakati para ulama, surah Makkiyah ada 82 surah, dan surah Madaniyah ada 20 surah. Dan ada sebagian surah lain yang tergolong Makkiyah atau Madaniyah, tetapi di dalam berisi sedikit ayat yang lain statusnya.
a. Surah-surah Makkiyah murni
Yaitu surah-surah Makkiyah yang seluruh ayat-ayatnya juga berstatus Makkiyah semua, tidak ada satupun yang Madaniyah, surah-surah yang berstatus murni ini seluruhnya ada 58 surah yang berisi 2074 ayat.
Contohnya seperti surah-surah al-Fatihah, Yunus, ar-Ra’du, al-Anbiya’, alMu’minuun, al-Fathir, surah-surah yang pendek-pendek pada juz 30 kecuali surah an-Nashr.
b. Surah-surah Madaniyah murni
Yaitu surah-surah Madaniyah yang seluruh ayat-ayatnya pun Madaniyah semua. Tidak ada satu ayat pun yang Makkiyah.
Surah-surah yang berstatus Madaniyah murni ini seluruhnya ada 18 surah yang terdiri dari 737 ayat. Seperti surah-surah Ali Imran, an-Nisa’, an-Nur, al-Ahzab, al-Hujurat, al-Mumtahanah, az-Zalzalah dan sebagainya.
c. Surah-surah Makkiyah yang berisi ayat Makkiyah
Yaitu surah-surah yang sebetulnya kebanyakannya ayatnya adalah Makkiyah, sehingga berstatus Makkiyah, tetapi di dalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus Madaniyah, surah-surah yang demikian ini dalam al-Qur’an ada 32 surah yang terdiri dari 2.699 ayat. Contohnya, antara lain seperti surah : al-An’am, al-A’raf, al-Waqiah, Hud, Yusuf, Ibrahim dan sebagainya.
d. Surah-surah Madaniyah yang berisi ayat Makkiyah.
Yaitu surah-surah yang kebanyakan ayat-ayatnya berstatus Madaniyah, surah-surah yang demikian ini, dalam al-Qur’an hanya ada 6 surah yang terdiri dari 726 ayat, yaitu surah-surah : al-Baqarah, al-Maidah, al-Anfal, at-Taubah, al-Hajj, dan surah Muhammad.



E. Kegunaan Mempelajarinya
Kegunaannya antara lain :
1.      Mudah diketahui mana ayat-ayat yang turun lebih dahulu dan mana ayat-ayat yang turun        belakangan dari kitab suci al-Qur’an.
2.      Mengetahui dan mengerti sejarah pensyari’atan hukum-hukum Islam (Tarikhut Tasysyrie’) yang amat bijaksana dalam menetapkan peraturan-peraturan.
3.      Mengetahui perbedaan dan tahap-tahap da’wah Islamiyah. Tahap-tahap da’wah Islamiyah yang diterangkan dalam ayat-ayat Makkiyah adalah berbeda dengan isi dan ajaran dari ayat-ayat Madaniyah, seperti yang telah diterangkan dalam tanda-tanda surah Makkiyah dan Madaniyah di atas. 
4.      Mengetahui perbedaan uslub-uslub (bentuk bahasa) al-Qur’an yang dalam surah-surah Makkiyah berbeda dengan yang ada dalam surah-surah madaniyah.
5.      Dengan mengetahui ilmu Makki dan Madani, situasi dan kondisi masyarakat kota Makkah dan Madinah dapat diketahui, khususnya pada waktu turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Sedangkan dalam pembahasan lain juga dikutip tentang faedah-faedah mempelajari surat Makkiyah dan Madaniyah di antaranya yang berpendapat, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin beliau mengemukakan bahwa ada 4 faedah dalam mempelajari surah Makkiyah dan Madaniyah yaitu :
a)      Nampak jelas sastra al-Qur’an pada puncak keindahannya, yaitu ketika setiap kaum diajak berdialog yang sesuai dengan keadaan objek yang didakwahi; dari ketegasan, kelugasan, kelunakan dan kemudahan.
b)      Membedakan antara nasikh dan mansukh ketika terdapat dua ayat Makkiyah dan Madaniyah, maka lengkaplah syarat-syarat nasakh karena ayat Madaniyah adalah sebagai nasikh (penghapus) ayat Makkiyah disebabkan ayat Madaniyah turun setelah ayat Makkiyah.




BAB III
SKEMA


MAKKIYAH DAN MADANIYAH

Cara mengetahui Makkiyah dan Madaniyah

1) Surah-surah Makkiyah murni.
2) Surah-surah Madaniyah murni.
3) Surah-surah Madaniyah yang berisi ayat Makkiyah.
4) Surah-surah Madaniyah yang berisi ayat Makkiyah

Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat al-Qur’an

Terdapat dua pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan transmisi (periwayatan) dan
2. Pendekatan analogi (qiyas)

Tanda-tanda Ayat Makkiyah, yaitu:
1) Dimulai dengan nida’,
2) Di dalamnya terdapat lafadz: “Kalla”,
3) Terdapat ayat-ayat sajdah,
4) Berisi cerita-cerita terhadap kemusyrikan dan penyembuhan-penyembuhan kepada selain Allah Swt.
5) Berisi penjelasan dengan bukti-bukti argumentasi dari alam ciptaan Allah Swt.
6) Banyak terdapat lafal sumpah

Ialah ayat-ayat yang turun di Makkah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah dan Hudabiyah

Pengertian Makkiyah

Tanda-tanda Ayat Madaniyah, yaitu:
1) Menjelaskan permasalahan ibadah, muamalah, hudud, bangunan rumah tangga, warisan, keutamaan jihad, kehidupan social dan lain-lain.
2) Berisi hukum-hukum faraidl.
3) Berisi izin jihad fi sabilillah
4) Berisi hukum-hukum Munakahat.
5) Berisi da’wah kepada orang-orang Yahudi dan Nasruni.
6) Berisi ayat-ayat nida’ yang ditujukan kepada penduduk Madinah

Pengertian Madaniyah

Adalah ayat-ayat yang turun di Madinah dan Sekitarnya, seperti Uhud, Quba, dan Sul’a




BAB IV
PENUTUP


A. Kesimpulan
Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata Makki dan Madani tidak hanya dibedakan oleh tempat turunya, tetapi juga dibedakan oleh isi, uslub dan lafadz yang digunakan. Selain itu, tidak seluruh surat masuk dalam kelompok Makkiyah atau Madaniyah, tetapi ada beberapa perincian lebih lanjut sesuai dengan kondisi ayat-ayat dan kejadian yang mengiri turunya ayat tersebut.
Oleh karena itu mengetahuyi Makki dan Madani merupakan suatu hal yang penting, baik dalam penafsirah dalam al-Qur’an pelaksanaan dakwah Islam maupun perjalanan sejarah pesyaratan hukum-hukum-Islam.

B. Saran
Dari beberapa penjelasan di atas tentang penulisan Makkiyah dan Madaniyah pasti tidak terlepas dari esahan penulisan dan rangkaian kalimat dan penyusunan Makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan seperti yang diharapkan oleh para pembaca dalam khususnya pembimbing mata kuliah ilmu ulumul qur’an, oleh karena itu penulis makalah ini mengharap kepada para pembaca mahasiswa dan dosen pembimbing mata kuliah ini terdapat kritik dan saran yang sifatnya konstruktif dalam terselesainya makalah yang selanjutnya.




DAFTAR RUJUKAN
Almanhaj, Surat-Surat Makiyyah dan Madaniyah, (Online) 2010. (http://www.almanhaj.or.id/content/2197/slash/0., diakses tanggal 20 Maret 2010)
Ar-Rumi, Fhad bin Abdurrahman., Ulumul Qur`an (Studi Kompleksitas al-Qur`an), Terj. Amirul hasan dan muhammad halabi, (Cet.I; Yogyakarta: Titian Ilahi, 1996
Hadi, Syamsul., Ayat-ayat Makkiyah wal Madaniyah, (Online) 2010. (http://hadirukiyah.blogspot.com/2009/06/ayat-ayat-makkiyah-wal-madaniyah.html., diakses tanggal 29 Maret 2010)
Nurchozin, Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah, (Online) 2010. (http://noberic-noberic.blogspot.com/2010/01/ayat-ayat-makiyah-dan-madaniyah.html., diakses tanggal 30 Maret 2010)
Diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab Al-Iman, Bab ; Ziyaadatul Iman Wa Nuqshaanuhu (Bertambah dan berkurangnya keimanan), hadits nomor 45, Muslim, Kitab At-Tafsir, Bab Fii Tafsiri Aayaatin Mutafarriqah, hadits nomor 3015.
Almanhaj, Surat-Surat Makiyyah dan Madaniyah, (Online) 2010. (http://www.almanhaj.or.id/content/2197/slash/0., diakses tanggal 20 Maret 2010)
Dr. Fhad bin Abdurrahman Ar-Rumi, Ulumul Qur`an (studi kompleksitas al-qur`an), Terj. Amirul hasan dan muhammad halabi, (Cet.I Yogyakarta : Titian Ilahi,1996). h.173.
Syamsul Hadi, Ayat-ayat Makkiyah wal Madaniyah, (Online) 2010. (http://hadirukiyah.blogspot.com/2009/06/ayat-ayat-makkiyah-wal-madaniyah.html., diakses pada tanggal 29 Maret 2010)
Ibid.
Nurchozin, Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah, (Online) 2010. (http://noberic-noberic.blogspot.com/2010/01/ayat-ayat-makiyah-dan-madaniyah.html., diakses tanggal 30 Maret 2010)
http://zempat.blogspot.com/2013/01/Makkiyah-dan-Madaniyah.html

0 komentar:

Poskan Komentar