Kamis, 17 Januari 2013

Makalah Metode Pendidikan Islam

Metode pendidikan Islam menurut dra. Zakiah darajat dan dra. Nur uhbiyati

A. Pendahuluan

Berkembangnya ilmu pendidikan islam dalam dunia ilmiah menempatkan posisinya sebagai sebuah pelajaran yang harus dipelajari secara lebih fokus dan konsekuen. Ilmu pendidikan islam berkembang bukan dalam hal bagaimana supaya mengetahui cara syariat-syariat islam atau mengetahui diwajibkanya sesuatu seperti bagaimana kita shalat, puasa, zakat, haji, atau kegiatan ritual yang lainya. Akan tetapi ilmu ini lahir sebagai sosok ilmu yang baru tentang bagaimana menyampaikan pendidikan yang terbaik melalui sesuatu metode yang tepat atau cara yang terbaik bagi sipendidik dan yang terdidik.

Perlunya diadakan penelitian tentang adanya sebuah metode yang tepat bagi pendidikan, maka terciptalah Ilmu Pendidikan Islam. Ilmu ini tidak terlalu berbeda dengan ilmu-ilmu umum yang lainya, hanya lebih cendrung kepada kata-kata “Kepribadian Muslim” seperti yang telah dikatakan oleh Drs. Ahmad D. marimba yang telah dikutip oleh Dra. Hj. Nur Uhbiyati dalam bukunya yang bejudul Ilmu Pendidikan Islam dan pembahasanya juga tidak terlalu sempit karena mencakup ilmu pendidikan secara islami, hal tersebut apabila di tulis hanya kata-kata “Ilmu Pendidikan” maka kata-kata ini sangat umum yang bisa berarti pendidikan modern, pendidikan tradisional, pendidikan islam, ataupun Non-islam. Karena itulah memakai kata-kata Ilmu Pendidikan Islam.

Seperti yang telah tertulis tersebut diatas, yaitu metode pendidikan islam, maka saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa obyek ilmu ini, apa saja yang dipelajari, dan apa tujuanya, tetapi hanya sekedar membahas dari segi metode atau cara-caranya saja.

Sebelum saya membahas mengenai metode-metode pendidikan islam, alangkah lebih baiknya apabila terlebih dahulu dabahas tentang apa yang dinamakan metode itu sendiri dan juga pengertian pemdidikan islam



PEMBAHASAN
Metode pendidikan Islam menurut dra. Zakiah darajat dan dra. Nur uhbiyati

B. Pengertian Metode Pendidikan Islam

1. Pengertian metode

Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “meta” yang berarti “melalui” dan “hodos” yang berarti “jalan atau ke atau cara ke”, dalam bahasa arab metode disebut “tariqah” artinya yaitu “jalan, cara, sistem atau ketertiban dalam mengajarkan sesuatu.” Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengatur suatu cita-cita [1]

2. Pengertian Pendidikan Islam

Sedangkan Pendidikan Islam yaitu “suatu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan berdasarkan norma-norma yang islami agar terbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim” [2]

Sedangkan Pendidikan Islam menurut Abdurrahman Annahlawi yang dikutip oleh Nur Uhbiyati dalam buku Ilmu Pendidikan Islam yaitu:


التربية الاسلميه هي التنظيم المنفسي والاجتماعي الذي يوءدي اعتناق الاسلام وتطبيقة
كليا فى حياة الفرد والجماعة

“Pendidikan islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif”[3]


Pendapat diaatas sangat jauh bereda dengan pendapatnya Dra. Zakiah Darajat yang mendefinisikan pendidikan islam dengan sangat ringkas yaitu “pembentukan kepribadian muslim”[4]

Lain lagi kalau menurut Dra. Hj. Nur Uhbiyati bahwa pengertian pendidikan islam itu adalah “bimbingan yang dilakukan oleh seseorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim”[5]

Para ahli dalam mendefinisikan pendidikan islam sangat beragam dan berbeda–beda, ada yang hanya melihat dari sisi kemaslahatanya saja, ada yang mendefinisikan dengan melihat siterdidik tanpa melihat sipendidik , ada juga yang sebaliknya yaitu mendefinisikan hanya melihat sipendidik tanpa melihat siterdidik. Padahal antara sipendidik dengan yang terdidik itu saling mempengaruhi satu sama lainya. Contohnya seorang guru apabila mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai cara atau metode yang tepat, maka siterdidik akan merasa kesulitan untuk mudah memahaminya dan juga sebaliknya. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antara sipendidik dan siterdidik harus sama-sama mempunyai potensi yang baik. Tetapi yang harus lebih berpotensi itu sipendidik karena dari sipendidik itulah segalanya akan ditiru oleh siterdidik baik perkataan maupun perbuatan.

Jadi bisa diambil kesimpulan dari uraian-uraian diatas sebagaimana disimpulkan oleh Dra. Nur uhbiyati bahwa yang dinamakan Metode Pendidikan Islam ialah “suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik agar terbentuk kepribadian muslim” [6]


C. Pembahasan

Sebenarnya kalau membahas tentang metode atau cara mendidik yang efektf al Qur’an sendiri telah banyak memberikan contoh seperti pada al qur’an surat luqman ayat: 12-19 yang berbunyi:


وَلََقََََدْ اَتَيْنَا لُقْمَنَ اْلحِكْمَةَ اَنِ شٌٌْكرللهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِ نٌٌمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنٌٌَ اللهَ غَنِيٌٌ حَمِيْدٌ

0 وَاِذْ قَا لَ لُقْمَنَ لابْنَيهَِ وَهُوَيَعِظُهُ يَبُنَيَ لا تُشْرِكْ ِبا للهِ اِنَ شِرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ0 وَوَصَيْنَاِ الاءِنْسَانَ بِوَلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ اُمُهُ وَهْنًا عَلَ وَهْنٍٍ وَفِصَا لُهُ فِى عَا مَيْنِ عَنِ ا شْكُرْ لِي وَلِوَ لِدَيْك اءِلَيَ المَصِيْر0 واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم اء الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتم تعملون 0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الارض ياءت بها الله ان الله لطيف خبير0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم الامر0 ولاتصعر خدك للناس ولا تمش فى الارض مرحا ان الله لايحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صوتك ان انكرالاصوة لصوت الحمير


“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah, dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji

Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku, janganlah kamu mempersekutukan allah, sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.

Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

(Luqman berkata): Hai anaku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.

Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Hdan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-burku suara adalah suara keledai.”[7]

(QS. Luqman: 12-19)

Dan Nabi Muhammad SAW. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut:

مرو ا الصبي با لصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها

“Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia.”
(HR. Tirmizi)


Di dalam pondok pesantren yang merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam Formal tertua di indonesia, menggunakan dua macam metode yang sangat terkenal yaitu: sistem Sorogan atau di sebut juga sistem bandongan dan juga sistem Wetonan.

Adapun Metode yang digunakan oleh Dra. Hj. Nur Uhbiyati yang mengutip dari Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut Tarbiyah Islamiyah menyatakan bahwa teknik metode pendidikan islam itu ada delapan macam yaitu:
  • Pendidikan Melalui Teladan yaitu: merupakan salah satu teknik pedidikan yang efektif dan sukses.
  • Pendidikan Melalui Nasihat. Didalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar, pembawaan itu biasanya tidak tetap dan oleh karena itu kata-kata harus diulang-ulang.
  • Pendidikan Melalui Hukuman. Apabila teladan dan nasehat tdak mempan, maka letakanlah persoalan di tempat yang benar, tindakan tegas itu adalah hikuman, hukuman sebenarnya tidak mutlak diperlukan , ada juga orang-orang yang cukup dengan teladan dan nasehat saja.
  • Pendidikan Melalui Cerita. Cerita mempunyai daya tarik yang mennyentuh perasaan manusia, sebab bagaimanapun cerita sudah merajut hati manusia dan akan mempengaruh kehidupan mereka.
  • Pendidikan Melalui kebiasaan. Kebiasaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena itu menghemat banyak sekali kekuatan manusia karena sudah kebiasaan yang mudah melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk kegiatan-kegiatn yang bermanfaat.
  • Menyalurkan Kekuatan. Teknik islam dalam membina manusia dan juga dalam meperbaikinya adalah mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa.
  • Mengisi Kekosongan. Apabila islam menyalurkan kekuatan tubuh dan jiwa ketka sudah menumpuk dan tidak menyimpanya karena penuh resiko maka islam sekaligus juga tidak senang kepada kekosongan .
  • Pendidikan Melalui Peristiwa-peristiwa. Hidup ini penuh perjuangan daan merupakan pengalaman-pengalaman dengan berbagai peristiwa, baik yang timbul karena tindakanya sendiri, maupun karena sebab-sebab diluar kemampuanya, Guru yang baik tidak akan membiarkan peristiwa peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa di ambil menjadi pengalaman yang berharga, ia mesti menggnakanya untuk membina, mengasuh dan mendidik jiwa, oleh karena itu pengaruhnya tidak boleh hanya sebentar itu saja.[8]
Pada jaman sekarang pendidikan sangat beragam dan menggunakan alat yang serba canggih, ada yang mengunakan televisi, komputer dan lain sebagainya. Maka dari itulah metode menurut Dra. Jakiah Drajat dalam bukunya yaitu Pendidikan Islam mengatakan bahwa metode yang akurat adalah bagaimana caranya mengunakan alat yang serba canggih itu supaya mudah menyampaikan materi kepada anak-anak didik.


Footnote
______________
[1] Dra. Hj. Nur uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung : CV Pustaka Setia, 1998), Jilid I, hal. 2
[2] Ibid
[3] Abdurrahman Annahlawi, prinsip-prinsip dan metode pendidikan islam dalam keluarga di sekolah dan di masyarakat, alih bahasa Drs. Heri nur Ali, (Bandung: CV. Diponegoro,1989),hal. 273-277
[4] Dr. Zakiah Drajat, Ilmu pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,2006), hal. 28
[5] Dr. Nur Uhbiyati, Loc. Cit
[6] Dr. Nur Uhbiyati, loc. Cit
[7] H. fadli Abdurrahman, DKK. Al qur’an dan Terjemah Al-Jumanatul Ali, (Bandung: CV Penerbit J-ART), Juz 22
[8] Dra. Hj. Nur uhbiyati Loc. Cit hal.203
[9] H Fadli Abdurrahman, dkk Loc. Cit

0 komentar:

Posting Komentar